KARAKTER MAHASISWA

  • Faqihu fid Diin (Faqih dalam Agama/Ulumuddin)

  • Mustaqim fil Manhaj (Konsisten terhadap Manhaj Ahlus Shunnah)

  • Mujahidun fii Sabilillah (Berjiwa Mujahid di Jalan Allah)

  • Mutqinun fil Mihnah (Profesional dalam Bidang Keahliannya)

  • Mukhlisun fil 'Amal (Ikhlas dalam Beramal

Berita Terbaru

Kamis, 28 Desember 2017

Ketua STIS Peserta Pertukaran Tokoh Muslim Australia-Indonesia


Stishid.ac.id - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan, Dr Abdurrohim, menjadi salah satu peserta Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (MEP) Tahun 2017 yang berlangsung pada bulan Desember ini.
Program ini diselenggarakan oleh Australia-Indonesia Institute (AII) yang membuka kesempatan kepada tokoh agama dan akademisi untuk mengikuti program tahunan pertukaran tokoh muda Muslim kedua negara tersebut.
Program MEP 2017 ini sudah digelar sejak tahun 2002 bertujuan membangun hubungan baik antara masyarakat Muslim Australia dan Indonesia. Yaitu dengan meningkatkan pemahaman dan pengertian peranan agama dalam masyarakat di masing-masing negara.
Program ini meliputi kegiatan kunjungan selama dua minggu ke Australia oleh tokoh muda Muslim dari Indonesia dan kunjungan dua minggu ke Indonesia oleh mitra mereka dari Australia.
Program ini berupa kunjungan selama dua minggu ke Australia dimana para tokoh dan aktivis muslim muda antara kedua negara dapat bertukar pikiran akan kehidupan sosial, budaya, serta peranan agama di negara masing-masing.
Selain dalam rangka meningkatkan saling pengertian, kerjasama, dan toleransi antara Australia dan Indonesia, program ini bertujuan untuk membangun persaudaraan antara masyarakat Muslim di Australia dan Indonesia dan meningkatkan kesadaran tentang kemajemukan dan dialog antar agama di Australia dan Indonesia.
Untuk menjadi peserta harus mampu berpartisipasi aktif di dalam diskusi berbahasa Inggris dan sekurang-kurangnya memiliki nilai TOEFL min.450 (IELTS 5.0) diutamakan di atas TOEFL 500 (IELTS 5.5).
Pada kesempatan ini, Abdurrohim bersama dengan dengan rombongan Indonesia dari berbagai latar belakang berkesempatan mengunjungi kota Canberra, Melbourne dan Sydney.
Abdurrohim dan rombongan bersilaturrahim ke Islamic Sciences and Research Academy (ISRA) Sydney, Akademi Islam yang menyelenggarakan pendidikan dari S1 hingga S3. Ia juga bertamu ke Australian National Imam Council dan bertatap muka dentan Grand Mufti Australia, Dr. Ibrahim Shalih.
Selain itu, rombongan ini juga menjelajahi beragam keunikan yang ada di Australia. Mereka juga berjumpa dengan komunitas muslim Australia yang dalam kesempatan tersebut mereka berdialog serta saling bertukar pengalaman.
Bersama Abdurrohim, ada juga perwakilan dari Ponpes tertua di Indonesia, Raudhtuthalibin Babakan Cirebon, yaitu Gus Mu’tashimbillah, Dr. Ahmad Handayani, Cardiologis, yang juga ketua MERC Cabang Medan, Nati Sajidah, dari Komunitas Pencinta Al-Quran Jakarta, dan Jayanti, Volunter Dompet Dhuafa bidang pendidikan. Diantara alumni MEP ada Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dan Ust. Muzakkir Usman, Direktur SIT Lukman al-Hakim Hidayatullah Balikpapan. (dikutip dari hidorid)

Minggu, 30 Juli 2017

Masuki Tahun Ajaran Baru, Ini Pesan Ketua LPP Hidayatullah

Stishid.ac.id - Banyaknya persoalan yang mendera dunia pendidikan di negeri ini, hendaknya tak melemahkan semangat mengajar para pendidiknya.

Demikian diingatkan Abdul Ghofar Hadi, Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan (LPP) Hidayatullah Balikpapan, dalam pertemuan silaturahim tenaga pengajar, di Kel. Teritip Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Ghofar bercerita, selama ini ia selalu dapat laporan tentang kurangnya tenaga pendidik dan minimnya dana operasional pendidikan dari berbagai daerah di luar Balikpapan.

"Saya bilang, bukan cuma di situ yang mengalami, di sini juga sama," ucap mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan.

Masalah itu, lanjutnya, selalu ada dan tak bisa hilang. Apalagi bagi pendidik yang memang sudah mewakafkan dirinya di jalan dakwah.

"Tunjukkan saja daya juang dan kesungguhan mengajarnya. Nanti akan ada jalan keluarnya itu," terang Ghofar menyemangati.

Dalam acara yang digelar di Mushalla al-Muhajirin, Teritip tersebut, Abdul Ghofar juga mengingatkan cara pandang sebagai seorang beriman yang berjuang di jalan dakwah.

Dikatakan Ghofar, sebagai pendidik atau murabbi, orang itu tidak boleh lagi berpikir yang biasa-biasa.

"Berpikir biasa itu cenderung selalu mikir fasilitas, mau gratisan. Tapi kalau orang beriman, beri pengorbanan," lanjutnya.

Untuk diketahui, pertemuan silaturahim ini adalah agenda rutin LPP Hidayatullah Balikpapan. Kali ini mengambil momen silaturahim Syawal lalu dan Tahun Ajaran baru 2017.

Pesertanya adalah guru-guru yang berada di bawah naungan LPP Hidayatullah. Mulai dari PAUD al-Aulad, Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah, serta STIS Hidayatullah.

Berbeda dengan pendidikan dasar dan menengah  yang sudah aktif belajar, khusus untuk STIS masih membuka pendaftaran mahasiswa baru hingga 10/08/2017 nanti.

"Masih buka untuk pendaftaran kelas STIS putra. Untuk STIS Putri sudah tutup sejak beberapa waktu lalu," ungkap Harbin, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STIS.

"InsyaAllah kuliah perdana nanti diisi oleh Ketua Kopertais XI Kalimantan, Prof. Dr. H. Akhmad Fauzi Aseri, M.A." imbuhnya lagi. */admin STIS

Jumat, 28 Juli 2017

Ini Alasan Mengapa Peminat Kuliah di STIS Terus Bertambah

suasana pelaksanaan ujian masuk STIS Putri 2017
suasana pelaksanaan ujian masuk STIS Putra 2017

Stishid.ac.id - Ada banyak faktor mengapa peminat kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah dinilai mengalami peningkatan selalu. Salah satunya diungkap oleh Harbin, M.M, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STIS 2017, saat ditemui khusus oleh media online stishid di kantornya, Kel. Teritip, Balikpapan, Kamis 27/07/2017.

Menurut Harbin, sekarang ini masyarakat mulai mengalami gejala kejenuhan dari arus globalisasi dan teknologi yang kian menjauh dari nilai moral dan spritual. Titik jenuh itu, disebutnya sejalan beriring dengan kesadaran untuk kembali mempelajari dan mengamalkan ajaran agama. 

Untuk itu, STIS, lanjutnya, berada di jalur yang tepat dengan memfasilitasi mahasiswa mendalami hukum-hukum yang terkait agama Islam.

"Prodi Hukum Keluarga dan Hukum Ekonomi Syariah STIS sudah sangat pas dengan kebutuhan masyarakat ini," ucap dosen yang juga diamanahi sebagai Wakil Ketua (Waka) Bidang Kemahasiswaan.

Diterangkan Harbin, akar persoalan masyarakat dan bangsa sejatinya kembali kepada ketahanan keluarga sebagai pondasi utama bangunan tersebut. Sebagaimana rusaknya ekonomi sekarang, karena umat Islam meninggalkan konsep ekonomi syariah dan berpaling kepada ekonomi riba.

:Jadi ke depan STIS diharap bisa menjadi jawaban dalam mengatasi persoalan masyarakat dan bangsa, insyaAllah,"ucapnya lagi. 

Animo kesadaran itu setidaknya terlihat dari jumlah peminat STIS yang kian bertambah dari tahun ke tahun. Tahun ini, menurut data panitia PMB, jumlah mahasiswa baru mencapai kurang dari 120 mahasiswa. Sedianya jumlah tersebut akan dibagi menjadi tiga kelas yang disediakan. Yaitu, kelas I'dad atau persiapan, kelas reguler, dan kelas pendidikan ulama dan zuama. 

"Alhamdulillah, senang rasanya bisa diterima belajar di STiS. Semoga ilmunya bisa saya amalkan nanti," pungkas Muzakkir, mahassiswa baru asal Pare-Pare, Sulawesi Selatan. */ admin STIS

Kamis, 27 Juli 2017

Tingkatkan Kualitas Jurnal, STIS Ikuti Pelatihan Karya Ilmiah

istimewa
Stishid.ac.id - Mengisi persiapan memasuki tahun ajaran baru, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah kian giat berbenah. Salah satunya dengan mengirim utusannya mengikuti pelatihan karya tulis ilmiah yang diadakan di Aula Kantor PT. Pupuk Kaltim, Jl. Pupuk Raya no. 54 Kel. Damai Bahagia Balikpapan, baru-baru ini.

Acara yang bertajuk "Orientasi Penelitian dan Pembuatan Karya Ilmiah" tersebut diinisiasi oleh Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) XI Wilayah Kalimantan.

Berbeda dengan yang lain, STIS mengirim utusan empat orang dosen untuk mengikuti pelatihan tersebut. Yaitu, Hendra Ani Iswiyanto, S.H.I., M.Pd.I, Kuat, S.H.I., M.M., Zaim Azhar, Lc. dan Masykur, Lc., M.Pd.I.

Di hadapan puluhan peserta, pemateri Prof. Mujiburrahman, menyampaikan bahwa fungsi perguruan tinggi tak hanya menambah wawasan saja, tapi juga mengembangkannya berbasis riset dan ilmiah. 

"Di sana ilmu dipelajari untuk dikembangkan melalui riset ilmiah," terang Prof yang juga Guru Besar Sosiologi Agama UIN Antasari, Banjarmasin.

Untuk itu Mujiburahman mengingatkan para dosen untuk menciptakan atmosfer akademik di setiap lingkungan mengajarnya.

"Atmosfer ilmiah itu diciptakan, ia tidak bisa lahir begitu saja tanpa ada rekayasa,"   lanjut doktor jebolan Faculty of Arts and Humanities, Ultrech, Belanda tersebut.

Diakui Mujiburrahman, ia biasa mengajak mahasiswa membaca atau mereview jurnal atau buku-buku yang ada. Ia juga mengaku biasa membagi satu tema untuk dijadikan lima judul makalah oleh mahasiswa.

"Jadi diskusi mahasiswa itu hidup jika rajin baca buku atau menulis karya ilmiah," lanjutnya.

Terakhir, Prof Mujiburrahman menerangkan beberapa kebijakan Kopertais terkait dengan kewajiban pengadaan jurnal ilmiah di setiap kampus perguruan tinggi. Disebutkan Mujiburrahman, saat ini jurnal ilmiah juga sudah memasuki era globalisasi melalui jurnal digital atau versi internet.

"Alhamdulillah, ilmu yang disampaikan sangat bermanfaat untuk pengembangan STIS, khususnya pengadaan jurnal ilmiah," terang Kuat Abdul Qowiy, dosen STIS yang mengikuti pelatihan.

Diketahui, STIS hingga saat ini sudah menerbitkan Jurnal Ilmiah bernama "Syariah" yang diisi secara rutin oleh dosen-dosen STIS. */admin STIS